Rabu, 02 Mei 2012

Angkatan Kerja dan Pengangguran

Sebelum kita membicarakan tentang angkatan kerja dan pengangguran kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian umum dari angkatan kerja dan pengangguran ini,
Indonesia adalah negara dengan penduduk terbanyak ke - 4 di Dunia dimana pembangunan dan penyebaran penduduknya hanya sentral di beberapa daerah dan mengerucut memuncak di suatu daerah sentral akan pembangunan yang di kenal sebagai Jakarta dimana perputaran uang menggiurkan banyak orang didaerah untuk datang tanpa modal dan bekal keterampilan yang matang untuk bisa bertahan di jakarta.
Tidak meratanya pembangunan di Indonesia berakibat kepada anak - anak rentang umur 12 - 18 tahun dimana ini masih di usia sekolah terpaksa untuk membantu orang tuanya bekerja di ladang atau ikut sanak saudara untuk mengadu nasib di ibu kota negara.Ini mengakibatkan angka kejahatan dan pengangguran di Ibu kota semakin bertambah setiap harinya , angka - angka semua yang diajukan BPS kepada presiden mengenai angka kemiskinan adalah realita di negeri ini abhwa pemimpin juga menutup mata akan keberadaan masyarakat miskin.

Rentang umur produktiv di Indonesia dikelompokan menjadi sebuah kelompok yang disebut angkatan kerja.Angkatan kerja adalah orang - orang yang ada dalam usia produktiv atau dalam usia yang sangat prima untuk melakukan pekerjaan, biasanya 15 s.d. 64 tahun.

Perdagangan Bebas

Kita sering mendengar akhir - akhir ini tentang perdagangan bebas yang telah diberlakuan oleh pemerintah Indonesia, sebelum lebih dalam kita  mengetahui tentang apa itu perdagangan bebas dan keuntungan dan kerugiannya, saya pribadi ingin mengajak anda - anda para pembaca untuk membuka mata akan situasi yang telah terjadi dan kondisi negara tercinta kita ini.
Masuk pemerintahan presiden SBY negara ini melakukan reformasi di segala bidang termasuk dalam bidang perdagangan yang dinilai mampu untuk mendongkrak barang - barang produksi dalam negeri untuk eksis diluar negeri , telah resmi sejak tanggal 1 Januari 2010 ACFTA diberlakukan yang di tujukan untuk semua anggota ASEAN termasuk Indonesia memulai perdagangan bebasnya dengan negeri raksaksa China yang dikenal sebagai negeri yang semua komoditas nya mendominasi dunia hampir di seluruh pojok -pojok dunia pasti bisa ditemui barang - barang bertuliskan " made in China ", yang perlu kita ketahui adalah barang - barang yang diimpor dari negeri China dalah sebagian besar berupa perkakas listrik , mesin , produk  besi baja , tekstil , keramik , plastik , makanan olahan , garmen , kerajinan tangan , pupuk , alumunium , produk makanan dan minuman serta produk laut.Dari sebagian yang saya tulis diatas hanya komoditas legal yang masuk ke Indonesia itu sudah hampir memenuhi kebutuhan pasar masyarakat Indonesia,bisa kita bayangkan bagaimana negara yang masih berkembang seperti Indonesia melawan produk - produk dari china yang sangat banyak dan biaya yang relatif sangat murah , hampir 50 % pendapatan Indonesia ini di bantu dari kegitan Usaha Kecil Menengah ( UKM ) dan menyerap lebih dari 75% angka pengangguran yang ada di Indonesia bisa dibayangkan juga bagaimana kalo masyarakat Indonesia lebih memilih  produk - produk dari China ketimbang produk dari pengusaha - pengusaha lokal , pengusaha ini termasuk para petani , nelayan , pengrajin , dan hasil industri Indonesia. Bisa kita bandingkan dengan barang yang di ekspor dari Indonesia untuk negara China dalah minyak bumi , mesin listrik , minyak makanan , kertas , kayu , bijih besi dan tin . Tetapi kesalahan kita adalah kita mengekspor minyak ke china untuk diolah oleh china menjadi bbm dan dijual lagi ke Indonesia begitu naif nya negara ini dengan sumber daya alamnya.Indonesia adalah negeri yang terlalu mengkarbitkan kesiapan menghadapi predagangan bebas sehingga memaksakan keadaan pasar di Indonesia untuk bersaing dengan kuantitas barang china yang selalu membanjiri pasar.

Kita memproduksi minyak untuk dijual kepada negara lain dan negara lain itu mengolahnya kemudian kita membelinya kembali dengan harga yang lebih tinggi,banyak keuntungan dan kerugian dari perdagangan bebas ini,sebaiknya kita mengetahui pengertian, serta keuntungan dan kerugiannya.

Perdagangan Bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang  mengacu kepada Harmonized Commodity Description and Coding System ( HS )  dengan ketentuan yang diatur oleh World Customs Organization yang berpusat di Brussel , Belgium.

Bisa Juga Perdagangan bebas ini kita artikan sebagai tidak adanya hambatan buatan ( hambtan yang diterapkan oemerintah ) dalam erdagangan antar individual - individual dan perusahaan - perusahaan yang berada di negara yang berbeda

Setiap negara di dunia ini memiliki  regulasi - regulasi yang berbeda mengenai sistim ekspor dan impor , tapi sudah jelas menurut arti dari perdagangan bebas di atas perdagangan bebas yang diberlakukan dengan perjanjian suatu egara dengan negarra lannya memungkin komoditas - komoditas ekspor dan impor bebas masuk tanpa hambtan seperti berbagai pajak.


Manfaat atau keuntungan dari perdagangann bebas adalah :


  • Manfaat langsung dari perdagangan bebas adalah tersedianya barang yang lebih beragam . Kesejahteraan sebuah masyarakat akan meningkat bila mereka memiliki beragam jenis barang untuk dipilih . Selain itu , keragaman jenis barang juga menguntungkan produsen karena ia membuka kesempatan bagi tumbuhnya produksi barang - barang yang dibutuhkan untuk memproduksi jenis barang yang lebih beragam dan lebih murah ongkos produksinya.
  • Perdagangan bebas memperbesar dan memperluas cakupan pasar dan karena itu produktivitas pun meningkat. Dengan meningkatnya produktivitas , meningkat pulsa standar hidup warga sebuah negara .Inilah manfaat tidak langsung perdagangan bebas
manfaat disunting dari :

sumber informasi :


Kerugian Dari Perdagangan Bebas adalah :

  • Pengusaha Indonesia yang berpikir dia tidak mampu untuk bersaing dengan jumlah barang yang masuk , akan mengurangi produksi nya sehingga menimbulkan penggangguran yang mungkin sekali terjadi.

  • Dalam jangka pendek perdagangan bebas itu antra lain kan membuat erusahaan yang tidak efisien bangkrut. Akibat barang impor menjadi lebih murah, volume impor barang konsumsi naik sehingga menghabiskan devisa dan membuat nilai tukar rupiah menjadi sulit menguat.
sumber kerugian :





Sekilas Hari ini

Assalamualaikum Wr.Wb
Sebelum menulis materi tentang perdagangan bebas ini saya ingin mengucapkan turut berbela sungkawa yang sebesar - besarnya atas meninggalnya menteri kesehatan non - aktif Ibu Endang Rahayu Sedyaningsih , jika orang hebat yang meninggalkan kita akan banyak yang merasa kehilangan atas segala jasa dan bhaktinya kepada negara ini ,selamat jalan Ibu semoga beristirahat dengan tenang .


Selasa, 27 Maret 2012

PERENCANAAN PEMBANGUNAN

PERENCANAAN PEMBANGUNAN

menurut BINTORO TJOKROMIDJOJO,memiliki manfaat perencanaan adalah :

  1. Dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu persyaratan kegiatan,adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan pembangunan
  2. Dengan perencanaan maka dapat dilakukan  suatu perkiraan terhadap hal - hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui
  3. perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik.
  4. Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas
  5. Dengan adanya rencana makan akan ada suatu alat pengukur untuk mengadakan suatu pengawasan dan evaluasi
  6. Penggunaan dan alokasi sumber - sumber pembangunan yangterbatas  adanya secara lebih efisien dan efektif
  7. Dengan perencanaan , perkembangan ekonomi yang mantap atau pertumbuhan ekonomi yang terus menerus dapat ditingkatlan
  8. Dengan perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklis konjuntur.

Dalam Sejarah Indonesia perkembangannya, perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia dibagi dalam beberapa periode,yaitu :

Periode Orde Baru, Dibagi dalam :
  • Periode 1945 - 1950
  • Periode 1951 - 1955
  • Periode 1956 - 1960
  • Periode 1961 - 1966

Periode Setelah orde baru dibagi lagi dalam :

  • Periode 1955 s.d. periode stabilisasi dan rehabilitasi
  • Periode Repelita I : 1969/70 - 1973/74
  • Periode Repelita II : 1974/75 - 1978 /79
  • Periode Repelita III : 1979/80 - 1983/84
  • Periode Repelita IV : 1984/85 - 1988/89
  • Periode Repelita V : 1989 / 90 - 1993 /94

STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA

STRATEGI 
PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA



Sebelum Orde Baru strategi pembangunan di Indonesia secara teori telah diarahkan pada usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Namun pada kenyataannya nampak adanya kecendrungan lebih menitik beratkan pada tujuan - tujuan politik dan kurang memperlihatkan pembangunan ekonomi.

Sedangkan pada awal Orde Baru , strategi pembangunan di Indonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar,terutama usaha - usaha untuk menekan laju inflasi yang sangat tinggi pada waktu itu.

Strategi - strategi tersebut kemudia dipertegas dengan ditetapkannya sasaran - sasaran dan titik berat setiap Repelita,yaitu :

  • REPELITA I : Meletakan titik berat pada sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian meletakan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.

  • REPELITA II : Meletakan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku meletakan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya

  • REPELITA III :   Meletakan titik berat pada sektor pertanian  menuju swasembada pangan yang pada nantinya didapatkan pada tahun 1980 dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang-barang yang siap mendukung untuk tahapan pembangunan berikutnya.

  • REPELITA IV :  Meletakan titik titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha - usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri dalam negeri,baik industri ringan dan industri berat untuk mnyokong tahapan - tahapan pembangunan nasional.

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI 
PEMILIHAN STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI


Pada dasarnya faktor - faktor yang akan mempengaruhi pemilihan strategi pembangunan ekonomu adalah tujuan yang ingin dicapai. Apabila yang ingin dicapai adalah tingkat pertumbuhan yang tinggi,maka faktor yang mempengaruhi digunakannya strategi tersebut adalah tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah,akumulasi kapital rendah,tingkat pendapatan pada kapital yang rendah ,struktur ekonomi yang berat ke sektor tradisional yang juga kurang berkembang.

Melalui peningkatan laju pertumbuhan itu orang percaya bahwa prinsip trickle don effects akan bekerja dengan baik sehingga tujuan pembangunan secara keseluruhan dapat dicapai.Namun sepertinya yang telah diuraikan ternyata strategi pembangunan itu tidaj dapat berperan baik,khusunya dalam mencapai tingkat pemerataan pembagunan,mengatasi penggangguran dan kemiskinan.Sehingga faktor yang mempengaruhi dipilihnya strategi penciptaan lapangan pekerjaan adalah tidak bekerjanya trickle down effect,pemerataan pembangunan yang pincang,penggangguran yang cukup besar sehingga  di sektor tradisional yang tidak dipihak lain masih didukung laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi.

Faktor yang mempengaruji diberlakukannya strategi pembangunan yang berorientasi pada penghapusan kemiskinan -kemiskinan pada dasarnya dilandasi keingin yang baik,tetapi berdasarkan norma tertentu kemiskinan harus secepat mungkin dibatasi. Sementara itu strategi -strategi pembangunan yang lain ternyata sangat sulit mempengaruhi atau memberikan manfaat secara langsung kepada golongan miskin.

Strategi pembangunan, seperti telah diuraikan , ternyata malah menimbulkan ketidak merataan hasil pembangunan . Kemerataan itu tidak hanya antar golongan masyarakat, tetapi juga antar daerah. Sehingga ada daerah maju dan ada juga daerah yang terbelakang.Ketimpangan antar daerah ini pada dasarnya disebabkan oleh kebijaksanaan penanman modal yang cenderung diarahkan ke lokasi tertentu atau malah akan terpusat di sesuatu daerah hal ini menyebabkan penyebaran penduduk juga tidak merata dan akan menumpuk disuatu daerah. Biasanya modal yang ditanamkan tersebut bersifat pada modal dan outputnya atau pada hasilnya yang berorientasi ke pasar - pasar internasional dan kelompuk menengah ke atas di dalam negeri. Dalam kebijaksanaan ini ternyata bekerjanya prinsip spread effect ( bandingkan dengan prinsip trickle down effect ) lebih lemah dibandingkan dengan bekerjanya back - wash effect ( proses mengalir nya dan sumber daya dari daerah terbelakang & desa ) ke daerah maju ( perkotaan), sehingga strategi penanaman modal itu mengakibatkan makin miskinnya daerah terbelakang,khusunya pemiskinan sumberdayanya.

Selain karena kebijaksanaan penanaman modal, ketimpangan antar daerah juga disebabkan karena potensi daerah yang berbeda - beda. Didaerah kalimantan misalnya , potensi hutannya besar sekali dan itu tidak dimiliki pulau Jawa. Riau memiliki sumber minyak bumi dan tidak dimiliki di pulau jawa.Dengan demikian faktor - faktor yang mempengaruhi diberlakukannya strategi pembangunan yang berorientasi kepada pemerataan antar daerah potensi anyar daerah yang berbeda,kebijaksanaan penanaman modal yang berat sebelah dan karena adanya ketimpangan antar daerah.


DISUNTING

Suroso,P.C.1997.Perekonomian Indonesia.Jakarta:Penerbit PT. Gramedia Pustaka


Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia

PENGERTIAN

Pertama sebelum kita membahas tentang materi kali ini, seperti biasa saya akan memberikan pandangan pribadi mengenai pengertian dan maksud dari perkembangan strategi dan perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia,secara pandangan umum atau yang biasa kita pikirkan yang terlintas dibenak kita ketika mendengar kata pembangunan adalah sebuah kegiatan yang bertujuan menciptakan sesuatu stabilitas yang di dalamnya bisa dilakukan interaksi - interaksi sosial atau interpersonal dengan orang - orang yang ada atau terlibat dalam pembangunan tersebut, tetapi dalam pengertian strategi pembangunan mempunyai arti yang lebih kompleks. Sebaiknya kita terlebih dahulu mengetahui pengertian yang sesungguhnya.

Dalam mempelajari perekonomian suatu negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi,Strategi pembangunan ekonomi dalam hal ini diberi batasan sebagai pemilihan atas faktir yang akan dijadikan faktor utama yang menjadi penentu jalannya proses pertumbuhan.
Disini Strategi pembangunan yang dipilih oleh pemikiran analitis ( Harllod - Dommar ) ini berkisar pada akumulasi kapital yang memungkinkan pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung. Berikut beberapa macam strategi pembangunan ekonomi ,diantaranya :

  1. Strategi Pertumbuhan
  • strategi pembangunan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal,serta bagaimana menamakannya secara seimbang,menyebar,terarah,dan memusat,sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
  • Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat kebawah ( trickle - down - effect - pendistribusian kembali ).
  • Jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan,hal tersebut merupakan persyaratan terciptanya pertumbuhan ekonomi.
  • kritik paling keras dan strategi pertama ini adalah,bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam antara golongan masyarakat.
     2.  Strategi Pembangunan dengan Pemerataan

  • Inti dari konsep strategi pembangunan dengan pemerataan adalah ditekannya peningkatan pembagunan melalui teknik sosial engginering,seperti hal nya melalui penusunan perencanaan induk,dan paket program terpadu.

     3. Strategi Ketergantungan
  
      Sedikit Sejarah dari Strategi pembangunan ini,ketidak puasan para ekonom  dengan dua metode atau dua strategi diatas menuntut para ekonom mencari alternatif lain guna mendaoatkan strategi yang efektif di terapkan di negara ini.Maka dari itu pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan dengan nama strategi ketergantungan. Inti dari konsep ketergantungan ini adalah :

  • Kemiskinan di negara - negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak / negara lain. Oleh karena itu jka suatu negara ingin bebas dari kemiskinan dan kerterbelakangan ekonomi, maka negara tersebut haruslah mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang dapat ditempuh diantaranya adalah :  meningkatkan produksi nasional , yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam bidang produksi , lebih mencintai produk nasional , dan sejenisnya.
  • Teoti ketergantungan ini kemudia dikritik oleh Kothani dengan mengatakan " teori ketergantungan tersebut memang cukup relevan,namun sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri ( self Development ). Sebab selalu akan gampang sekali bagi kita untuk menumpahkan semua kesalahan pihak luar yang memeras,sementara pemerasan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan saja.." ( Kothari dalam Ismid Hadad, 1980 )

     4. Strategi yang Berwawasan Ruang

        Strategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirrschman yang mengemukakan sebab-sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih maju / kaya. Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin  berkembang secepat daerah kaya atau maju dikarenakan kemampuan / pengaruh menyebar dari kaya ke miskin ( Speread Effects ) lebih kecil daripada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya ( backwash effects).Perbedaan pendangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai , sedangkan Hirschman percaya,sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang. 

     5. Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
        
         Sassaran dari strategi ini dalah menanggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya akan dikembangkan oleh  Organisasi Perburuhan Dunia ( ILO ) pada tahun 1975,dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendaptan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada penggangguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha - usaha diarahkab pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok, dan sejenisnya.