Selasa, 27 Maret 2012

Memulai sesuatu yang baik tidak perlu menunggu

Assalamulaikum
Akhir-akhir ini saya melihat realita yang sudah sangat tragis dan menyedihkan,kita yang dikenal sebagai bangsa yang menjungjung tinggi mufakat dan musyawarah sekarang nilai-nilai itu telah tiada lagi karena berkembangnya pikiran dan ego seseorang dan dipengaruhi juga oleh desakan kebutuhan yang membuat masing = masing pribadi di negara ini semakin mementingkan diri sendiri.
Gelora semangat bung tomo saat membakar semangat bersatu di lapangan pahlawan Surabaya dan bagaimana kebanggaan setiap orang saat Sukarno - Hatta membacakan teks kebebasan negara ini dari cengkraman penjajah imperialis jepang dan negara kolonialis Belanda,tapi apa daya ternyata akar - akar moral penjajah tetap tertanam di setiap diri orang Indonesia.
Kita berperang dengan sepenuh hati dan jiwa untuk masa depan bangsa ini tetapi apa ternyata segelintir mental bobrok penjajah masih saja ada di hati orang - orang yang membangun bangsa ini,alhasil sampai detik ini lah kita bisa merasakan penderitaan yang dialami oleh kakek - kakek kita.Ditambah lagi dengan kebiasaan manusia Indonesia memang sudah terbiasa dengan kemudahan suatu " sistem " praktis yang disediakan instansi birokrat di negeri ini dianggap sebagian orang menjadi timangan yang manja yang membuat kita semakin terbelai tenggelam dalam budaya " birokrasi praktis " ini,banyak orang yang mengeluh pada zaman pemimin 32 tahun itu Bahan Bakar Minyak pernah menjadi komoditi yang sanat murah dan mudah sekali didapat, dan banyak juga yang mengeluhkan tentang keamanan dimana dulu suasana keamanan sangat terjamin.Tetapi apa  faktanya pada masa pemimpin 32 tahun itu BBM kita itu di subsidi penuh oleh pemerintah tidak tanggung - tanggung hampir mensubsidi sekitar lebih kurang 70 %,tetapi kenyataan atau fakta ini sangat relevan dengan jumlah kendaraan di Indonesia yang pada masa itu masih bisa dibilang kurang dari 100 Juta unit atau bahkan masih sekitar 50 Juta unit,ini memang bukan menjadi masalah ditambah lagi penyebaran dan pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia pada kala itu masih terbilang tradisional seperti agraris dan di bidang kelautan.TETAPI FAKTANYA SEKARANG di JABODETABEK khususnya dimana banyak orang yang setiap harinya pergi - pulang ke Jakarta untuk mencari nafkah, di estimasikan setiap harinya ada sekitar 1000 kendaraan motor baru dan 890 Mobil baru ditambah lagi banyaknya kendaraan rongsok yang masih dipaksakan untuk berjalan,semakin ironis kenyataan ini.Sekarang juga pertumbuhan penduduk Indonesia sangatlah jauh berbeda dengan masa pelita pembangunan Indonesia dimana pada saat itu jumlah penduduk Indonesia masih berkisar 100  - 180 Juta penduduk,Tapi apa sekarang jumlah penduduk Indonesia  berjumalah 235.000.000 jiwa penduduk dimana bisa dibayangkan sejumlah itu berkonsentrasi  Jawa,semakin padat dan dipastikan semakin berkembang dan hanya terpusat di jawa sajalah pembangunan terjadi.Pemerintah pusat juga tidak bisa mentoleril lagi dengan angka subsidi BBM karena kebutuhan rumah tangga,listrik, dan konsumsi BBM sangat lah besar,di tekan lagi dengan harga minyak dunia yang sangat tidak stabil,membuat negara ini harus berjuang keras harus bersatu untuk bisa melewati masa-masa resesi ekonomi ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar